Keju adalah salah satu produk susu yang paling populer di dunia. Dengan berbagai jenis dan rasa, keju telah menjadi bagian penting dari banyak masakan di berbagai budaya. Artikel ini akan membahas sejarah keju, proses pembuatannya, serta beberapa fakta menarik tentang keju.
1. Sejarah Keju
Keju diperkirakan telah dibuat sejak lebih dari 7.000 tahun yang lalu. Awal mula keju kemungkinan besar terjadi secara tidak sengaja ketika susu disimpan dalam kantong yang terbuat dari perut hewan. Kandungan enzim dalam perut hewan ini menyebabkan susu menggumpal dan membentuk keju.
Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa peradaban kuno seperti Mesopotamia, Mesir, dan Romawi sudah mengenal keju dan menggunakannya sebagai makanan utama. Bangsa Romawi bahkan menyebarkan teknik pembuatan keju ke seluruh Eropa, yang kemudian berkembang menjadi berbagai jenis keju yang kita kenal saat ini.
2. Bagaimana Keju Dibuat?
Pembuatan keju terdiri dari beberapa langkah utama yang menentukan tekstur, rasa, dan jenis keju yang dihasilkan.
a. Pemilihan Susu
Keju dapat dibuat dari berbagai jenis susu, seperti:
-
Susu sapi (paling umum digunakan)
-
Susu kambing (lebih ringan dan sedikit asam)
-
Susu domba (kaya rasa dan lebih berminyak)
-
Susu kerbau (digunakan untuk keju mozzarella)
b. Proses Koagulasi
Langkah pertama dalam pembuatan keju adalah mengubah susu menjadi dadih dengan menambahkan rennet atau asam. Rennet adalah enzim yang membantu menggumpalkan susu. Proses ini menghasilkan cairan whey dan padatan yang disebut dadih.
c. Pemisahan Dadih dan Whey
Setelah susu menggumpal, whey (bagian cair) dipisahkan dari dadih. Proses ini dapat dilakukan dengan pemotongan, pemanasan, atau pengadukan dadih untuk menghasilkan tekstur tertentu pada keju.
d. Pengolahan Dadih
Dadih kemudian diproses lebih lanjut melalui beberapa cara:
-
Pengepresan: Untuk keju keras seperti cheddar dan parmesan.
-
Pematangan: Beberapa keju seperti camembert dan brie mengalami proses fermentasi untuk mengembangkan rasa.
-
Penambahan garam: Garam digunakan untuk mengawetkan keju dan meningkatkan rasa.
e. Pematangan dan Penyimpanan
Setelah proses dasar selesai, keju disimpan dalam kondisi tertentu untuk pematangan. Lama pematangan tergantung pada jenis keju. Keju yang lebih tua biasanya memiliki rasa yang lebih kompleks dan tekstur yang lebih padat.
3. Jenis-Jenis Keju
Ada ribuan jenis keju di dunia, tetapi beberapa kategori utamanya adalah:
a. Keju Segar
-
Contoh: Ricotta, Mozzarella, Cream Cheese
-
Tidak melalui proses pematangan dan memiliki tekstur lembut serta rasa ringan.
b. Keju Lunak
-
Contoh: Brie, Camembert
-
Memiliki kulit luar yang lembut dan bagian dalam yang krimi.
c. Keju Semi-Keras
-
Contoh: Gouda, Edam
-
Tekstur lebih padat dengan rasa yang lebih kaya.
d. Keju Keras
-
Contoh: Parmesan, Cheddar Tua
-
Memiliki kandungan air rendah dan cocok untuk disimpan dalam waktu lama.
e. Keju Biru
-
Contoh: Roquefort, Gorgonzola
-
Mengandung jamur yang memberikan rasa tajam dan khas.
4. Manfaat Keju
Keju memiliki berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar:
a. Sumber Protein dan Kalsium
Keju mengandung protein tinggi yang baik untuk pertumbuhan otot serta kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
b. Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Beberapa jenis keju fermentasi mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus.
c. Sumber Energi
Keju memiliki kandungan lemak yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.
5. Fakta Menarik tentang Keju
-
Keju termahal di dunia adalah "Pule Cheese" yang dibuat dari susu keledai dan diproduksi di Serbia.
-
Swiss terkenal dengan keju berlubang seperti Emmental, yang dihasilkan oleh gas dari bakteri selama fermentasi.
-
Mozzarella adalah jenis keju yang paling banyak dikonsumsi di dunia, terutama dalam pizza.
Kesimpulan
Keju adalah produk susu yang memiliki sejarah panjang dan beragam jenis di seluruh dunia. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi dan pematangan yang memberikan keju rasa dan tekstur unik. Selain lezat, keju juga memberikan manfaat kesehatan yang baik jika dikonsumsi dengan bijak.