Keju adalah salah satu produk olahan susu yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun dan memiliki berbagai jenis serta cita rasa. Keju dibuat melalui proses fermentasi susu yang menghasilkan tekstur dan rasa yang unik. Artikel ini akan membahas sejarah pembuatan keju, bahan utama yang digunakan, serta langkah-langkah dalam proses pembuatannya.
1. Sejarah Keju
Keju diperkirakan telah ada sejak 7.000 hingga 8.000 tahun yang lalu. Dipercaya bahwa keju pertama kali ditemukan secara tidak sengaja ketika susu yang disimpan dalam kantung dari perut hewan mengalami fermentasi alami. Seiring waktu, manusia mulai mengembangkan berbagai teknik untuk membuat dan menyempurnakan keju, menciptakan berbagai jenis keju yang kita kenal saat ini.
2. Bahan Utama dalam Pembuatan Keju
Untuk membuat keju, bahan-bahan utama yang diperlukan meliputi:
-
Susu: Bisa berasal dari sapi, kambing, domba, atau kerbau.
-
Bakteri dan Enzim Rennet: Digunakan untuk membantu proses fermentasi dan penggumpalan susu.
-
Garam: Berfungsi sebagai pengawet alami dan memperkuat rasa keju.
-
Kultur Starter: Berisi bakteri baik yang membantu membentuk rasa dan tekstur keju.
3. Proses Pembuatan Keju
Pembuatan keju terdiri dari beberapa tahap utama:
a. Pemanasan Susu
Susu dipanaskan pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri yang tidak diinginkan. Pemanasan ini bisa dilakukan dengan metode pasteurisasi untuk memastikan susu aman dikonsumsi.
b. Penambahan Bakteri dan Enzim
Setelah susu dipanaskan, kultur starter dan enzim rennet ditambahkan. Kultur starter berperan dalam fermentasi susu, sedangkan enzim rennet membantu mengentalkan susu menjadi gumpalan.
c. Penggumpalan dan Pemotongan Dadih
Setelah beberapa waktu, susu akan mengental dan membentuk dadih (curd). Dadih ini kemudian dipotong-potong untuk melepaskan whey (cairan susu yang berlebih).
d. Pengadukan dan Pemanasan
Potongan dadih kemudian diaduk dan dipanaskan lagi untuk mengurangi kadar airnya. Proses ini menentukan tekstur akhir dari keju yang akan dibuat.
e. Pencetakan dan Pemberian Garam
Dadih yang telah diproses kemudian dicetak dalam cetakan khusus. Garam ditambahkan untuk meningkatkan rasa dan membantu mengawetkan keju.
f. Pemadatan dan Pematangan
Keju yang sudah dicetak dibiarkan untuk matang selama beberapa minggu hingga beberapa tahun, tergantung jenis kejunya. Selama pematangan, bakteri dan enzim terus bekerja untuk mengembangkan rasa dan tekstur keju.
4. Jenis-Jenis Keju
Ada berbagai jenis keju yang dibuat dengan metode berbeda, antara lain:
-
Keju Lunak: Seperti Brie dan Camembert, memiliki tekstur lembut dan sering memiliki lapisan luar berjamur.
-
Keju Keras: Seperti Cheddar dan Parmesan, memiliki tekstur yang lebih padat dan umur simpan lebih lama.
-
Keju Biru: Seperti Roquefort dan Gorgonzola, memiliki jamur biru yang memberikan rasa khas.
-
Keju Segar: Seperti Mozzarella dan Ricotta, tidak melalui proses pematangan yang panjang.
5. Manfaat Keju
Keju mengandung berbagai nutrisi penting, seperti protein, kalsium, dan vitamin B12. Mengonsumsi keju dalam jumlah yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan tulang, meningkatkan energi, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
6. Kesimpulan
Keju adalah produk susu yang dibuat melalui proses fermentasi dan pematangan. Dengan berbagai jenis dan rasa yang beragam, keju menjadi bagian penting dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Proses pembuatannya yang unik memberikan pengalaman kuliner yang menarik bagi pencinta keju. Dengan memahami cara pembuatannya, kita bisa lebih menghargai kelezatan dan keunikan keju.