Bagel adalah salah satu jenis roti yang memiliki bentuk khas dengan lubang di tengahnya. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang lezat membuatnya populer di seluruh dunia. Bagel telah menjadi bagian dari berbagai budaya kuliner dan sering disantap dengan berbagai topping seperti krim keju, salmon, atau bahkan selai buah. Artikel ini akan membahas bagaimana bagel dibuat, sejarahnya, dan beberapa fakta menarik tentang makanan ini.
1. Sejarah Bagel
Bagel memiliki sejarah panjang yang berakar dari komunitas Yahudi di Eropa Timur. Kata "bagel" berasal dari bahasa Yiddish "beygl," yang berarti "cincin" atau "gelang." Diperkirakan bahwa bagel pertama kali muncul di Polandia pada abad ke-17, di mana roti ini menjadi makanan favorit di kalangan masyarakat Yahudi karena simbol lingkarannya yang melambangkan kehidupan dan keberuntungan.
Pada awalnya, bagel dibuat sebagai alternatif dari roti biasa karena proses pembuatannya yang unik, yaitu direbus terlebih dahulu sebelum dipanggang. Imigran Yahudi kemudian membawa bagel ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, terutama ke kota-kota seperti New York. Sejak saat itu, bagel menjadi salah satu roti paling terkenal di dunia.
2. Bagaimana Bagel Dibuat?
Pembuatan bagel membutuhkan proses khusus yang membedakannya dari jenis roti lainnya. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam membuat bagel:
a. Bahan-bahan Utama
Bagel biasanya dibuat dari bahan-bahan sederhana, yaitu:
-
Tepung terigu tinggi protein
-
Ragi
-
Air
-
Garam
-
Sedikit gula atau madu (opsional)
b. Proses Pembuatan
-
Membuat Adonan: Tepung terigu, ragi, air, dan garam dicampurkan untuk membuat adonan yang elastis.
-
Fermentasi: Adonan dibiarkan mengembang selama beberapa jam hingga ukurannya bertambah.
-
Membentuk Bagel: Adonan dibentuk menjadi cincin dengan cara melubangi bagian tengahnya.
-
Direbus dalam Air Mendidih: Proses perebusan ini adalah ciri khas utama bagel. Biasanya, air rebusan diberi tambahan madu atau baking soda untuk memberikan warna dan tekstur yang khas.
-
Dipanggang dalam Oven: Setelah direbus, bagel dipanggang dalam oven hingga bagian luarnya menjadi renyah namun tetap lembut di dalam.
-
Diberi Topping: Beberapa varian bagel ditaburi biji wijen, biji poppy, atau garam kasar sebelum dipanggang.
3. Mengapa Bagel Populer?
Bagel menjadi populer karena beberapa alasan:
-
Tekstur yang Unik: Proses perebusan sebelum pemanggangan memberikan tekstur khas yang kenyal di dalam dan renyah di luar.
-
Fleksibilitas dalam Penyajian: Bagel dapat dikombinasikan dengan berbagai isian seperti krim keju, smoked salmon, atau bahkan telur dan daging.
-
Daya Tahan Lama: Karena teksturnya yang padat, bagel lebih tahan lama dibandingkan roti biasa.
-
Simbol Budaya: Di kota-kota seperti New York, bagel bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari budaya dan tradisi lokal.
4. Fakta Unik tentang Bagel
-
Bagel Pernah Digunakan Sebagai Hadiah: Pada zaman dahulu, bagel sering diberikan sebagai hadiah kepada ibu yang baru melahirkan sebagai simbol keberuntungan.
-
Rekor Bagel Terbesar: Bagel terbesar yang pernah dibuat memiliki berat lebih dari 300 kg dan dibuat di New York.
-
Hari Bagel Nasional: Di Amerika Serikat, tanggal 9 Februari diperingati sebagai "National Bagel Day."
-
Banyak Variasi di Seluruh Dunia: Selain bagel klasik, ada juga varian seperti Montreal-style bagel yang lebih manis dan tipis, serta bagel berwarna-warni yang populer di media sosial.
5. Kesimpulan
Bagel adalah salah satu roti yang memiliki sejarah panjang dan proses pembuatan unik yang membedakannya dari jenis roti lainnya. Dari asal-usulnya di Eropa Timur hingga menjadi makanan khas di Amerika dan berbagai negara lainnya, bagel telah berkembang menjadi makanan yang disukai oleh banyak orang. Dengan berbagai varian rasa dan cara penyajian, bagel tetap menjadi pilihan favorit di berbagai belahan dunia hingga saat ini.